<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164</id><updated>2012-02-17T09:56:09.083+07:00</updated><title type='text'>Eternal Movement</title><subtitle type='html'>Unless You Spread Your Wings You Will Have No Idea How Far You Can Fly.
Get The Spirit, Move Eternally</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-7976847095922679390</id><published>2008-08-29T11:13:00.004+07:00</published><updated>2008-08-29T11:21:45.449+07:00</updated><title type='text'>The Kite Runner, Novel Humanis &amp; Mengharukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KmERYiyF9qw/SLd5SRyWj8I/AAAAAAAAAAw/NTfjymknQRE/s1600-h/41HVkhuz4gL._SL500_AA240_.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KmERYiyF9qw/SLd5SRyWj8I/AAAAAAAAAAw/NTfjymknQRE/s320/41HVkhuz4gL._SL500_AA240_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239790046388064194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Untukmu keseribu kalinya”. Itulah kata-kata Hassan, si pengejar layang-layang kepada saudara sepersusuannya, Amir ketika akan mengejar layang-layang yang akan dipersembahkannya kepada Amir. Tanpa diduga, pernyataan itu merupakan kalimat terakhir kalinya untuk Amir hingga mereka kemudian berpisah untuk selama-lamanya, akibat kesalahan terbesar Amir terhadap Hassan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebetulnya terjadi pada mereka berdua? Inilah kisah yang coba diceritakan oleh Khaled Hossaini, seorang penulis berkebangsaan Afghanistan yang juga seorang ahli penyakit dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KmERYiyF9qw/SLd49tUxbXI/AAAAAAAAAAo/fbkIDtc7NwI/s1600-h/3913.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KmERYiyF9qw/SLd49tUxbXI/AAAAAAAAAAo/fbkIDtc7NwI/s320/3913.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239789693002935666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur ceritanya sangat mudah dipahami namun penuh kejutan. Dimulai dengan persaudaraan dan persahabatan antara Hassan, anak Ali pembantunya, yang berasal dari suku Hazara (terbelakang) dan Amir, anak Agha (Baba) yang berasal dari keluarga terpandang. Sepanjang pertemanan mereka, perhatian Baba terhadap Hassan hampir sama bahkan melebihi perhatiannya pada Amir. Hal ini terkadang membuat Amir dengki terhadap Hassan. Namun kedengkian itu terkadang hilang timbul sejalan dengan persahabatan mereka yang sangat erat. &lt;br /&gt;“Amir-Hassan, Sultan-sultan Kabul”, itulah cita-cita mereka semasa kecil. Persahabatan mereka yang sangat erat dipengaruhi oleh kesenangan mereka yang sama yaitu menerbangkan dan mengejar layang-layang. Pada suatu hari yang sangat bersejarah bagi perjalanan hidup mereka, Hassan mengalami pelecehan seksual oleh musuh mereka, Assef, yang memang senang membuat orang susah. Amir yang saat itu berada tersembunyi dan melihat perbuatan Assef dan teman-temannya, tidak dapat berbuat apa-apa karena sangat ketakutan. Sejak itulah timbul perasaan Amir yang merasa sangat bersalah terhadap Hassan. Ketidakmampuan Amir untuk menebus kesalahannya, ditambah perasaan untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar dari ayahnya, Amir membuat kesalahan terbesar sehingga Hassan dan keluarganya pergi dari kediaman Amir. Itulah pertemuan terakhir mereka hingga akhirnya Amir di usianya yang sudah dewasa nantinya, berniat menebus kesalahannya. Penebusan dosa Amir terhadap Hassan harus melewati rintangan berliku dan terjal, bahkan harus menghadapi keganasan Taliban di Afghanistan. Bagaimana bentuk penebusan dosa Amir terhadap Hassan? Itulah inti novel ini.&lt;br /&gt;Novel berlatar Afghanistan ini sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan. Awalnya saya berfikir isi novel ini banyak berkisah tentang peperangan, kekejaman dan perjuangan dan jihad, seperti novel yang pernah ditulis oleh novelis Indonesia Izzatul Jannah yang berjudul Padang Seribu Malaikat (tahun 2000-an). Dari situlah saya mengenal kehidupan rakyat Afghanistan termasuk senjata Automatic Kalashnikov (AK) – 47 yang sangat terkenal itu. Namun, novel Kite Runner ini banyak berkisah tentang persaudaraan, cinta dan kasih sayang dan penebusan dosa. Novel ini sangat menyentuh dan cukup melankolik. Latar novel ini sangat menarik karena terjadi dalam perubahan politik Afghanistan yang sangat cepat berubah, mulai dari pendudukan Soviet sampai ke rejim Taliban berkuasa. &lt;br /&gt;Dalam novel ini banyak ungkapan-ungkapan yang menarik untuk kita renungkan. Mulai dari persaudaraan yang bersifat universal tanpa memandang suku dan kasta, sekte Syiah-Sunni, perilaku-perilaku terpuji, dan kasih sayang. Yang menarik juga dari novel ini adalah kejujuran penulisnya mengungkap kehidupan tokoh-tokoh utamanya yang jauh dari agama (karena pengaruh penjajahan Uni Soviet) padahal kita tahu bahwa Afghanistan adalah negeri Islam yang fanatik. Pilihan kata-kata oleh penulis sangat menggugah dan mengharukan. Butuh waktu kurang dari seminggu untuk menyelesaikan novel ini karena sejak dari awal membacanya membuat saya ingin membacanya terus hingga akhir cerita. Sangat humanis, menggugah, dan mengharukan! Membuat kita merenung kembali inti dari persahabatan, persaudaraan dan cinta yang universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© M. Asroruddin, &lt;br /&gt;Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-7976847095922679390?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/7976847095922679390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=7976847095922679390' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/7976847095922679390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/7976847095922679390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2008/08/kite-runner-novel-humanis-mengharukan.html' title='The Kite Runner, Novel Humanis &amp; Mengharukan'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KmERYiyF9qw/SLd5SRyWj8I/AAAAAAAAAAw/NTfjymknQRE/s72-c/41HVkhuz4gL._SL500_AA240_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-112468539281582133</id><published>2005-08-22T11:33:00.000+07:00</published><updated>2005-08-22T11:36:32.823+07:00</updated><title type='text'>Burut Si Berot</title><content type='html'>Burut Si Berot adalah cerpen terbaru saya yang berhasil dimuat di harian Pontianak Post, tanggal 10 Juli lalu. Dengan setting kota Pontianak yang kental dengan nuansa Melayunya, kisah ini mencoba memotret sebuah fragmen kehidupan masyarakat kota Pontianak yang masih memiliki pandangan-pandangan yang salah tentang banyak hal. Cerita ini juga berusaha mengangkat rasa kekeluargaan antar sesama meskipun dalam pergaulan sehari-harinya sering berbicara dengan suara keras dan berteriak.&lt;br /&gt;Berhubung logat dan bahasa yang digunakan adalah khas Melayu Pontianak (sama dengan logatnya Siti Nurhaliza), maka berikut ini saya petikkan beberapa arti kata-katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngape  : kenapa&lt;br /&gt;cawat  : celana dalam&lt;br /&gt;tadak  : tidak&lt;br /&gt;balek agik : balik lagi&lt;br /&gt;ngganggok : mengganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini juga saya petikkan kisahnya. Jangan lupa beri komentar Anda ya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BURUT SI BEROT&lt;br /&gt;M. Asroruddin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kapal Bandong yang membawa kayu-kayu dari hulu baru melintasi sungai Kapuas yang jernih kecoklatan. Berot yang sedang berdiri di atas jamban terapung di sisi sungai di daerah Kampung Bansir, mengalihkan pandangannya dari kapal tersebut yang semakin mengecil, ke arah seberang sungai selebar seratus meter yang terdengar hiruk pikuk. Buruh pabrik di daerah Siantan yang mulai keluar, kendaraan-kendaraan bermotor yang mengaung-ngaungkan gasnya di tengah kemacetan kota, hingga akhirnya matahari yang melintasi kota khatulistiwa ingin bersemayam, belum juga membuat Berot menceburkan tubuhnya ke sungai. Dia menunggu langit kota Pontianak gelap. &lt;br /&gt; “Rot, ngape kau tadak mandi ? Dah gelap bah, maghrib pun udah masok,” tanya Itam, salah seorang temannya, dengan logat Melayunya yang kental.&lt;br /&gt; “Iye, nunggu gelap. Abis tuh baru aku mandi sembahyang.” &lt;br /&gt; Itam tampak bingung. Tak biasanya Berot mandi malam. Teman sepermainannya semasa anak-anak dan remaja itu beberapa hari ini didapatinya sering mandi menjelang maghrib. Biasanya, mereka mandi jam lima sore atau selepas Ashar. Kalau mandi pagi pun setelah terang tanah. Seperti kebiasaan, mereka mandi hanya menggunakan cawat, tak perduli bila ada perempuan di jamban sebelahnya yang sering juga hanya memakai kemban. &lt;br /&gt; Ketika langit mulai gelap dan lampu mulai menghiasi pesisir sungai salah satunya dari Masjid Jami peninggalan Kesultanan Pontianak yang berdiri megah, Berot menyunggingkan senyumannya yang khas. Sudut bibir kanannya tidak sejajar dengan sudut bibir kirinya alias miring. Bukan karena stroke atau riwayat salah jahit akibat kecelakaan, tetapi memang sudah sejak lahir. Itulah mengapa orang-orang memanggilnya Si Berot sejak kecil. Berot alias miring ketika tersenyum. Ketika memasuki usia dimana dia sudah mulai bisa berfikir, dia agak risih mendengarnya. Tapi apa boleh buat, mulai dari keluarga, teman dan orang-orang terdekatnya memanggilnya begitu. &lt;br /&gt; Berot tidak juga menceburkan tubuhnya ke sungai. Tak seperti biasanya, dia hanya mereguk air sungai untuk membasahi tubuhnya dengan gayung plastik. Masih hanya mengenakan cawat. Kalau sudah kebiasaan, memang susah dihilangkan meskipun dia sudah punya istri. Tapi, main mata dengan cewek yang sedang jalan-jalan di tepi sungai atau yang mandi di dekatnya mulai tak tampak lagi karena memang susah memamerkan tubuhnya yang kekar saat gelap. &lt;br /&gt; “Ngape kau mandi malam, Rot ?” tanya Pak Ngah yang baru balik dari surau saat Berot kembali ke rumahnya dengan hanya memakai handuk. &lt;br /&gt; “Nanti bise rematik kayak aku, ni. Lagi pula Maghrib kau nanti habes. Cepat kau mandi sembahyang !” tegas Pak Ngah, tokoh yang dituakan di kampungnya Berot. &lt;br /&gt; Berot mengiyakan sambil menyalami Pak Ngah dengan tangan kekarnya akibat sering digunakan saat menjadi buruh Pelabuhan Pontianak sejak lima tahun yang lalu. Lalu dia meninggalkan Pak Ngah sambil mengucapkan salam.  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Berot masih berleha-leha di rumahnya karena masih menunggu panggilan pekerjaan sejak dia berhenti dari Pelabuhan dua bulan silam. Sementara istri yang disuntingnya dua tahun lalu saat memasuki usianya yang seperempat abad, berjualan jajanan pasar di Pasar Flamboyan selepas Subuh. Untuk mengisi kekosongan, biasanya Berot menjadi makelar tanah. Pekerjaan jenis itu pun hilang timbul. Untung saja dia belum punya anak, jadi beban keluarganya tidak terlalu berat. &lt;br /&gt; “Berot, ape can kite hari ini?” tanya Itam saat bertandang ke rumah teman baiknya itu.&lt;br /&gt; “Tadak ade ape-ape, Tam. Kepala aku pun pening mikirkan kerje nih !” keluhnya.&lt;br /&gt; “Ngape kau tadak balek agik jadi buroh di pelabohan atau jadi tukang ojek?”&lt;br /&gt; “Tak sanggop, Tam ! Jadi tukang ojek pun tadak ade motornye”&lt;br /&gt; Itam bingung. Tidak sanggup jadi buruh pelabuhan padahal tubuh masih kuat dan umur belum berkepala tiga. Dia berasumsi hanya jadi buruh yang bisa dilakukan oleh Berot. Tak punya keahlian lain. Kebingungan Itam mencair lalu membuka topik pembicaraan lain. &lt;br /&gt; “Kulihat kau udah seminggu tadak turun ke sungai. Kau memang tadak mandi sore ke ape ?” tanya Itam usil.&lt;br /&gt; “Tadak…aku mandi malam pas maghrib”&lt;br /&gt; “Eeh, ngape pula mandi malam-malam ?” tanya Itam penasaran&lt;br /&gt; “Tadak…suke-suke aku lah. Panas kalo mandi lepas Ashar”&lt;br /&gt; Itam menggeleng-gelengkan kepalanya. Meski alasannya masuk akal, tapi Itam tetap sangsi itu alasan yang sebenarnya. Tak pernah temannya itu berkata serupa. &lt;br /&gt; “Jangan-jangan karena kau dah punye istri, jadi kau tobat main mate dengan anak dare di sungai?”&lt;br /&gt; Berot tersenyum. Dalam hatinya sinis. Meski sudah punya istri, kebiasaannya semasa bujang tetap belum bisa hilang. Siapa yang tidak tergoda melihat tubuh si Berot yang atletis. Plus tampan dan putih dengan wajah khas Melayu campur Sunda. Mereka kemudian keluar rumah mencari warung kopi. Di tempat itu mereka bertemu Kasau, Adnan, dan Kesot, teman satu kampung. Pertanyaan yang sama dilontarkan kepada Berot. Jawabannya pun sama.&lt;br /&gt; “Jangan-jangan kau ade burut kali, makenye kau tadak berani agik pake cawat siang-siang. Keliatan besarnye,” celetuk Adnan diiringi tawa renyah para kaum lelaki. &lt;br /&gt; Yang diejek senyam-senyum. Asap rokok terus mengepul di warung itu, ditambah uap kopi panas dan rumpian mereka tentang sepakbola yang hangat, menambah panas kota khatulistiwa yang memang panas. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Ditemani istri tercinta, Berot memberanikan diri memeriksakan ke dokter setelah dipaksa istrinya. Dia memakai celana panjang longgar, sama dengan kebanyakan pasien yang duduk di ruang tunggu. Begitu nama Ihsan Amali bin Haji Ahmad dipanggil perawat, bergegas Berot memasuki ruang dokter ahli bedah ditemani istrinya. Dia berdebar-debar saat diperiksa. &lt;br /&gt; “Pak Ihsan, saya rasa Bapak tahu bahwa yang Bapak derita ini namanya hernia. Atau burut kalau bahasa Melayunya,” ujar dokter Budhi sopan.&lt;br /&gt; “Ye, Pak saye tahu,” jawabnya dengan logat Melayu yang kental.&lt;br /&gt; “Dan, kalau sudah sebesar tinju orang dewasa seperti ini, saya pikir penyakitnya sudah lama. Bapak bilang dua tahun yang lalu ya?” Berot mengangguk.&lt;br /&gt; “Kenapa baru dibawa sekarang, Pak?”&lt;br /&gt; “Saye takut, Pak dokter. Takut dioperasi. Dan takut dibilang orang kampong. Kate mereka kalo kite kena burut, itu aib bagi keluarge.”&lt;br /&gt; Sang dokter geleng-geleng kepala. &lt;br /&gt; “Kenapa mesti takut, Pak ? Itu kan cuma kata orang-orang. Bukan aib atau sesuatu yang harus ditakuti. Dan kalau sudah besar seperti ini, semakin lama semakin parah. Saran saya harus segera dioperasi secepatnya. Nanti malah tambah besar, atau bahkan sakit sekali karena ususnya terjepit.”&lt;br /&gt; Berot dan istrinya mengangguk-angguk. Tapi sebenarnya mereka resah. Darimana uang untuk operasi yang biayanya selangit itu. Uang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Apalagi tak berapa lama akan lahir anak pertama mereka. Mereka bingung.&lt;br /&gt; “Kate orang-orang, kalau dioperasi burut bakal berpengaruh ke keturunan, Pak dokter. Teman saye pun abes operasi tadak bise punye anak lagi, Pak. Makenye saye takut operasi selain tadak punye duit, Pak Dokter.”&lt;br /&gt; Sang dokter kembali menggeleng-gelengkan kepala.&lt;br /&gt; “Jangan percaya kabar-kabar tidak jelas, Pak Ihsan. Tanyalah kepada ahlinya,” tegasnya.&lt;br /&gt; “Gimana ? Bapak dan Ibu setuju bila hernianya kita operasi?”&lt;br /&gt; Berot terdiam sejenak sambil memandangi wajah istrinya.&lt;br /&gt; “Boleh ditunda Pak Dokter keputusannye ? Kame rembogkan dulu di keluarge,” tanya sang istri.&lt;br /&gt; “Boleh-boleh saja. Tapi ingat, Bu. Jangan lama-lama. Kasihan nanti Bapak bisa kesakitan kalau sudah parah.”&lt;br /&gt; Mereka lalu meninggalkan ruang dokter dan RSUD Soedarso dengan langkah gontai. Bingung mencari biaya operasi yang jutaan. ASKES pun tidak punya. Kalau minta bantuan Pak Ngah yang kaya raya, bakal ketahuan orang kampong. Bila mengurus surat keterangan tidak mampu ke RT, mereka tidak bisa menjamin berita tentang penyakitnya bakal tersimpan rapi. Berot resah. Masih malu dengan penyakitnya. Sang istri belum menyumbangkan pikirannya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Istri Berot pusing tujuh keliling. Sang suami kesakitan di bawah perutnya dekat kemaluan sampai berguling-guling. Tengah malam yang sepi tak ada yang bisa menolong Berot hanya bisa mengerang sambil mengucap lafaz Allahu Akbar. Mau membangunkan tetangga tidak enak dan bakal mengganggu tidur mereka. Sang istri meminta persetujuan Berot untuk meminta tolong ke Pak Ngah.&lt;br /&gt; “Jangan, Nah ! Tadak enak bangunkan orang tengah-tengah malam. Pak Ngah kan udah tue !” larang Berot sambil keluar keringat dingin.&lt;br /&gt; “Tadak usah gimane, Bang ! Abang kan kesakitan macam nih. Saye juga pening. Saya dah bilang, kite nguros ke RT minta surat tadak mampu, abang tadak mau. Jadi maonye Abang ape?” &lt;br /&gt; Nada bicara Munah mulai meninggi. Tak peduli bahwa itu suaminya yang harus dihormati. Berot juga bingung dan pusing.&lt;br /&gt; “Saye mau ke rumah Pak Ngah sekarang. Minta tolong die !” tegas Munah.&lt;br /&gt; “Jangan, Nah !” tolak Berot.&lt;br /&gt; Sang istri tetap melaju menuju pintu depan rumahnya menuju rumah Pak Ngah yang berjarak dua ratus meter dari rumahnya.&lt;br /&gt; “Nah ! Munah !” panggil Berot sambil memandang istrinya yang memunggunginya. Dia yang terbaring di atas dipan tak mampu menahan sang istri. Berot pasrah sambil memegangi bawah perutnya. Sang istri berlalu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Munah mengetok-ngetok pintu rumah Pak Ngah yang gelap sambil memanggil-manggil pelan. Lampu rumahnya kemudian terang benderang. Pak Ngah keluar pelan-pelan menuju teras rumahnya.&lt;br /&gt; “Ade ape, Munah ?”&lt;br /&gt; “Maap, Pak Ngah ngganggok tidok Pak Ngah. Bang Berot perutnye kesakitan. Mukenye pucat. Peluhnye banyak. Saye takut terjadi ape-ape!”&lt;br /&gt; Pak Ngah bergegas mengambil pecinya lalu menuju rumah Berot. Jalannya yang lambat berusaha dimaksimalkan. &lt;br /&gt; “Ngape kire-kire si Berot tuh sakit perut” tanya Pak Ngah&lt;br /&gt; “Saye rase karena burutnye terjepit, Pak Ngah !”&lt;br /&gt; Pak Ngah kaget. Dia selama ini tidak pernah tahu menahu tentang Berot yang menderita hernia. Kalau dia tahu tentu saja beliau akan segera menyuruh Berot segera operasi. Dengan biaya dari beliau tentunya. Pengalaman pahit beliau tentang hal yang sama sepuluh tahun yang lalu tak ingin terulang. Dia tahu sakitnya bukan main.&lt;br /&gt; “Kalau gitu, cepat kau balek agik ke rumah. Tolong bangunkan Si Agus, cucu Pak Ngah. Biar die keluarkan mobil mbawa Berot ke Soedarso. Bilang jak dari Pak Ngah. Cepat, Munah !” &lt;br /&gt; Yang disuruh mengangguk dan bergerak cepat. Demi keselamatan sang suami. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Dengan mobil Kijang Pak Ngah yang berwarna hijau, Berot, Pak Ngah, dan Munah berangkat ke IGD RS Soedarso tengah malam dengan Agus sebagai sopirnya. &lt;br /&gt; “Rot, ngape lah kau tadak pernah bilang tentang burut kau tu?” tanya Pak Ngah kesal.&lt;br /&gt; “Saye malu, Pak Ngah dibilang aib. Lagipula kame tadak punya duit untuk operasi,” jawab Berot sambil merintih kesakitan. &lt;br /&gt; “Ah, kau tuh ! Peduli benar kau same aib tuh. Liatlah kau sekarang. Gare-gare sikap kau tuh, sekarang kau saket. Rasekan lah sorang!” &lt;br /&gt; Berot tidak berani membantah apalagi dongkol. Pak Ngah yang sudah tua mengorbankan semuanya untuknya. Dia berhutang budi. &lt;br /&gt; “Makaseh lah, Pak Ngah, dah bantu saye. Saya jadi tadak enak same keluarge Pak Ngah. Merepotkan amat !” ucap Berot sambil mencium tangan Pak Ngah.&lt;br /&gt; Pak Ngah tak berkomentar dan melihatnya sinis . Dongkol melihat kelakuan anak teman seperjuangannya dahulu, Haji Ahmad almarhum. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Munah menunggui suaminya dengan resah. &lt;br /&gt; “Gimane nih, kalau Abang dioperasi, Pak Ngah ? Saya takut terjadi ape-ape. Pasti biayenye mahal.”&lt;br /&gt; “Tadak usah kau khawatir, Munah. Biar Pak Ngah yang tanggung. Kalaupun harus dioperasi, kau percayakan jak same dokter di sini.”&lt;br /&gt; Sang dokter kemudian berbicara kepada Munah, Pak Ngah, dan Berot. Dia menyatakan Berot harus segera dioperasi karena ususnya terjepit. Bila tidak segera dioperasi, ususnya akan mati dan menambah sakitnya si Berot, bahkan Berot pun bisa mati kesakitan. Semua resah dan berkerut  kening mereka. &lt;br /&gt; Pak Ngah mengiyakan. Persiapan operasi segera dilakukan. Munah segera mencium tangan Berot sambil sesegukan. Berot pun mencium tangan Pak Ngah minta didoakan selamat. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Setelah dioperasi dan dirawat di bangsal, Berot tampak berseri. Tak ada lagi sakit seperti malam itu. Hanya perih menahan luka bekas operasi. Pak Ngah datang menjenguk didampingi banyak orang. Adnan, Itam, Kasau, dan Kesot tampak bersamanya. Mereka masing-masing menanyakan kabar Berot. &lt;br /&gt; “Ape aku bilang, kau benar kan kena burut ! Makenye kau tadak berani mandi pake cawat siang-siang,” canda Adnan.&lt;br /&gt; “Lagi pula, ngape lah kau malu bilang kau kena burut. Kalo gitu kan kite bise bantu kau ketemu dokter,” sambung Itam.&lt;br /&gt; Yang diwejangi sumringah. &lt;br /&gt; “Maafkan, aku lah budak-budak. Aku memang tak pantas bebuat macam itu.”&lt;br /&gt; Pak Ngah memotong.&lt;br /&gt; “Tapi, ade baeknya pula kau mandi malam-malam, Rot!”&lt;br /&gt; Berot bertanya-tanya.&lt;br /&gt; “Ngape pula, Pak Ngah ?”&lt;br /&gt; “Tak ade lagi anak dare yang kau bise maen mate dengan mereke. Kau kan dah beristri. Sebentar lagi anakmu laher. Cukup lah istri kau yang melihat tubuh kau.”&lt;br /&gt; Semua tertawa dan Munah senyam-senyum.&lt;br /&gt; “Ingat ye, anak-anakku !”&lt;br /&gt; “Janganlah lagi kalian tuh mande pake cawat di sungai. Malu melihatnye. Macam orang-orang di Afrika. Lagipula, biarpun laki-laki, tetap kalian punye aurat. Dari pusat sampe bawah lutut. Lebih baek agik mandi di rumah. Tadak ade yang bise ngintep.”&lt;br /&gt; “Pak Ngah pun kesal. Apelagi anak dare. Dah tahu tubohnye molek, masih gak pake kemban kalo mandi di sungai. Senanglah anak-anak bujang tuh meliatnye !”&lt;br /&gt; Kaum lelaki yang ada di situ merasa tersindir dan saling menyikut-nyikut pelan.&lt;br /&gt; “Kalau Pak Ngah tadak cinte same Mak Ngah kau, mungkin mereka dah jadi bini mude Pak Ngah!” &lt;br /&gt; Semua kembali tertawa gelak. Cukup menghangatkan ruang bangsal yang dingin. Tetapi Berot tak berani ketawa banyak. Perutnya masih sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Apresiasi&amp;id=93310"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-112468539281582133?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/112468539281582133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=112468539281582133' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/112468539281582133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/112468539281582133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/08/burut-si-berot.html' title='Burut Si Berot'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111404874157850907</id><published>2005-04-21T08:56:00.000+07:00</published><updated>2005-04-21T08:59:01.580+07:00</updated><title type='text'>MIRACLES IN OUR BODY</title><content type='html'>Our heart beats around 100,000 times every day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our blood is on a 60,000-mile journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our eyes can distinguish up to one million colour surfaces and take in more information than the largest telescope known to man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our lungs inhale over two million litres of air every day, without even thinking. They are large enough to cover a tennis court.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our hearing is so sensitive it can distinguish between hundreds of thousands of different sounds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our sense of touch is more refined than any device ever created.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our brain is more complex than the most powerful computer and has over 100 billion nerve cells.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We give birth to 100 billion red cells every day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When we touch something, we send a message to our brain at 124 mph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have over 600 muscles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We exercise at least 30 muscles when we smile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are about 70 percent water.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We make one litre of saliva a day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our nose is our personal air-conditioning system: it warms cold air, cools hot air and filters impurities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In one square inch of our hand we have nine feet of blood vessels, 600 pain sensors, 9000 nerve endings, 36 heat sensors and 75 pressure sensors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"And in the earth are signs for those who believe, and&lt;br /&gt;(also) in yourselves. Can you then not see?" (Al-Qur'an)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111404874157850907?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111404874157850907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111404874157850907' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111404874157850907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111404874157850907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/04/miracles-in-our-body.html' title='MIRACLES IN OUR BODY'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111398371967330934</id><published>2005-04-20T14:54:00.000+07:00</published><updated>2005-04-20T14:55:19.673+07:00</updated><title type='text'>21 Advices For You</title><content type='html'>You may not believe in this but the advice is great!&lt;br /&gt;Read all the way down, you might discover something new!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONE.&lt;br /&gt;Give people more than they expect and do it cheerfully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TWO.&lt;br /&gt;Marry a man/woman you love to talk to. As you get older, their&lt;br /&gt;conversational skills will be as important as any other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THREE.&lt;br /&gt;Don't believe all you hear, spend all you have or sleep all you want.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOUR.&lt;br /&gt;When you say, "I love you," mean it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIVE.&lt;br /&gt;When you say, "I'm sorry," look the person in the eye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIX.&lt;br /&gt;Be engaged at least six months before you get married.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEVEN.&lt;br /&gt;Believe in love at first sight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EIGHT.&lt;br /&gt;Never laugh at anyone's dreams. People who&lt;br /&gt;don't have dreams don't have much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NINE.&lt;br /&gt;Love deeply and passionately. You might get hurt&lt;br /&gt;but it's the only way to live life completely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       TEN.&lt;br /&gt;             In disagreements, fight fairly. Please No name calling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     ELEVEN.&lt;br /&gt;                      Don't judge people by their relatives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     TWELVE.&lt;br /&gt;                          Talk slowly but think quickly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    THIRTEEN.&lt;br /&gt;                 When someone asks you a question you don't want&lt;br /&gt;               to answer, smile and ask, "Why do you want to know?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    FOURTEEN.&lt;br /&gt;                        Remember that great love and great&lt;br /&gt;                         achievements involve great risk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     FIFTEEN.&lt;br /&gt;                  Say "bless you" when you hear someone sneeze.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     SIXTEEN.&lt;br /&gt;                      When you lose, don't lose the lesson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    SEVENTEEN.&lt;br /&gt;                             Remember the three R's:&lt;br /&gt;                                Respect for self;&lt;br /&gt;                               Respect for others;&lt;br /&gt;                       Responsibility for all your actions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    EIGHTEEN.&lt;br /&gt;              Don't let a little dispute injure a great friendship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    NINETEEN.&lt;br /&gt;                     When you realize you've made a mistake,&lt;br /&gt;                       take immediate steps to correct it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     TWENTY.&lt;br /&gt;                         Smile when picking up the phone.&lt;br /&gt;                      The caller will hear it in your voice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                   TWENTY-ONE.&lt;br /&gt;                              Spend some time alone.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111398371967330934?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111398371967330934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111398371967330934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111398371967330934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111398371967330934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/04/21-advices-for-you.html' title='21 Advices For You'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111398349533547811</id><published>2005-04-20T14:48:00.000+07:00</published><updated>2005-04-20T14:51:35.336+07:00</updated><title type='text'>Seandainya Rasulullah Ke Rumah Kita</title><content type='html'>Oleh: Nove (Diforward dari seorang sahabat, Al Muhandis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita... Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan ? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tentu tersenyum... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tentu tetap tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tentu tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita ? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tentu tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tentu tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita ?&lt;br /&gt;Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun azan berbunyi.&lt;br /&gt;Beliau tentu tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tentu tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa senyum beliau masih ada di situ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita...&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan ? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita ? &lt;br /&gt;Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami ya Rasulullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah beliau tersenyum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111398349533547811?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111398349533547811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111398349533547811' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111398349533547811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111398349533547811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/04/seandainya-rasulullah-ke-rumah-kita.html' title='&lt;strong&gt;Seandainya Rasulullah Ke Rumah Kita&lt;/strong&gt;'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111174577103877246</id><published>2005-03-25T17:14:00.000+07:00</published><updated>2005-03-25T17:16:11.043+07:00</updated><title type='text'>Ubasute no Hanashi</title><content type='html'>Author: Abu Aufa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala di Jepang terdapat sebuah kebiasaan yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh para petani miskin yang disebut&lt;br /&gt;'Ubasute', yaitu membuang orang tua mereka yang telah&lt;br /&gt;lanjut usia di daerah pegunungan. Hal ini dilakukan&lt;br /&gt;karena mereka terlalu miskin untuk menghidupi orang&lt;br /&gt;tua mereka. Cerita ini adalah cerita kuno dan di masa&lt;br /&gt;ini tentu saja tidak dilakukan hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya:&lt;br /&gt;Pada hari itu, seorang ibu tua dengan digendong oleh&lt;br /&gt;puteranya berangkat menuju gunung untuk 'disisihkan'.&lt;br /&gt;Namun selama perjalanan ia mematahkan ranting-ranting&lt;br /&gt;dan menjatuhkannya. Ketika ditanya oleh puteranya, ia&lt;br /&gt;menjawab, "Agar kau tidak tersesat pada waktu kembali&lt;br /&gt;ke desa." Mendengar hal itu, puteranya terharu dan&lt;br /&gt;menangis lalu menggendong ibunya dan kembali ke rumah&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah diatas?&lt;br /&gt;Tentu banyak sekali, melimpah bagaikan air yang&lt;br /&gt;mengucur, mengalir deras ke sebuah telaga hati. Hikmah&lt;br /&gt;betapa kasih sayang orangtua kita tak akan luntur&lt;br /&gt;sepanjang zaman, walaupun mungkin kita sendiri telah&lt;br /&gt;menjadi orangtua dari anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, perintah berbakti kepada orangtua ini&lt;br /&gt;telah nyata-nyata termaktub di QS: Al Isra' 23-24,&lt;br /&gt;"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan&lt;br /&gt;menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik&lt;br /&gt;kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah&lt;br /&gt;seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai&lt;br /&gt;berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan&lt;br /&gt;sekali-kali mengatakan 'ah' dan janganlah kamu&lt;br /&gt;membentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka&lt;br /&gt;ucapan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap&lt;br /&gt;mereka dengan penuh kasih sayang, serta ucapkanlah,&lt;br /&gt;"Ya Allah, kasihanilah mereka sebagaimana mereka&lt;br /&gt;keduanya telah mendidik aku sewaktu kecil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga telah memerintahkan kita untuk selalu&lt;br /&gt;bersyukur selain kepada-Nya, juga kepada orangtua kita&lt;br /&gt;[QS: Lukman 14]. Bahkan Rasulullah SAW dalam sebuah&lt;br /&gt;haditsnya yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari&lt;br /&gt;Abdullah bin Amrin bin Ash, pernah mengatakan nilai&lt;br /&gt;pahala berjihad pun tak kalah dengan berbakti kepada&lt;br /&gt;orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita durhaka kepada orangtua, maka dosanya&lt;br /&gt;adalah sebuah dosa besar, demikian pula pesan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. Bahkan Allah sangat melaknat&lt;br /&gt;orang-orang seperti itu, dalam sebuah hadits yang&lt;br /&gt;diriwayatkan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas, "Allah&lt;br /&gt;sangat melaknat orang yang durhaka kepada orangtua.&lt;br /&gt;Allah sangat melaknat orang yang mencela bapaknya,&lt;br /&gt;dan Allah sangat melaknat orang yang menyakiti hati&lt;br /&gt;ibunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serem ya, takut ya! Iya! Padahal berbuat baik kepada&lt;br /&gt;orangtua bukanlah sesuatu yang sulit lho. Mungkin di&lt;br /&gt;saat kita kecil, kalau nakal dicubit atau dipukul,&lt;br /&gt;apakah itu karena mereka benci kepada kita? Lha,&lt;br /&gt;salahnya sendiri, nakal sih! Coba kalau gak nakal, gak&lt;br /&gt;bakal dicubit kan? Paling juga cubit gemes (sakit juga&lt;br /&gt;sih). Saat itu mungkin perasaan kita mengatakan, "Apa&lt;br /&gt;iya sih saya ini anak angkat, kok mama benci banget&lt;br /&gt;sampe' nge-nyubit?" atau pula, "Apa sebaiknya nyari&lt;br /&gt;mama yang lain aja ya, yang baik, gak pernah nyubit&lt;br /&gt;biar pun nakal, minta apa aja pasti dibeliin."&lt;br /&gt;Yee...emang enak nyari mama, konsultasi dulu dong ama&lt;br /&gt;ayah! Haknya ayah tuh, bukan hak kamu lagi. (nikoniko&lt;br /&gt;suru**)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam perjalanan hidup ini kaya'nya susah&lt;br /&gt;banget, rezeki seret, rumah masih ngontrak, kerjaan&lt;br /&gt;gak ada, anak bawel melulu, bla...bla...bla... coba&lt;br /&gt;ingat-ingat, apakah itu karena kita pernah durhaka&lt;br /&gt;kepada orangtua? Karena siksa bagi orang yang durhaka&lt;br /&gt;kepada orangtua, siksaannya akan diberikan dengan&lt;br /&gt;segera, ketika masih berada di dunia ini [HR. Hakim&lt;br /&gt;dan Abu Bakar]. Itu pula sebagai tanda dari sebuah&lt;br /&gt;dosa besar yang pernah kita lakukan, yaitu laknat dari&lt;br /&gt;Allah SWT baik ketika masih hidup di dunia maupun&lt;br /&gt;setelah di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diberikan 2 pilihan, yang mana harus diutamakan,&lt;br /&gt;pilih ibu atau bapak? Ya, harus pilih dua-duanya dong!&lt;br /&gt;Ups...tentunya kita berharap dua-duanya, namun&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menegaskan dalam HR Imam Bukhari dan&lt;br /&gt;Muslim, bahwa berbakti kepada ibu lebih&lt;br /&gt;diprioritaskan, bahkan dalam riwayat tersebut, beliau&lt;br /&gt;menyebutnya sampai 3 kali. Kok gitu ya? Iya, karena&lt;br /&gt;seorang bapak kan gak mengandung, dll, 9 bulan lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh direnungkan, sedemikian luas samudera&lt;br /&gt;kesabaran, kecintaan dari sejak mengandung,&lt;br /&gt;melahirkan, menyusui, mengasuh, berjaga semalaman&lt;br /&gt;ketika si anak sakit, mendidik, wah...pokoke curahan&lt;br /&gt;seorang ibu itu tak putus-putusnya. Emang enak jalan&lt;br /&gt;sambil perut maju ke depan gitu, gak bisa ditinggal&lt;br /&gt;lagi. Kalo kaum laki-laki gak percaya, coba deh bundel&lt;br /&gt;beban 3 kiloan, lalu jalan-jalan, 1 jam-an aja, betah&lt;br /&gt;gak ya? Wah...ibu-ibu senyum-senyum deh. Iya, semoga&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan pahala yang tak terhingga kepada&lt;br /&gt;ummahat ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebelum terlambat dan tertutupnya pintu&lt;br /&gt;taubat, serta menghindari dari kemurkaan Allah SWT,&lt;br /&gt;sebagai seorang anak sudah sepatutnya kita berbakti&lt;br /&gt;kepada kedua orangtua dengan penuh hormat, adab dan&lt;br /&gt;akhlak yang baik. Kita bisa sekolah, disebut mahasiswa&lt;br /&gt;(keren kan?), jadi sarjana, bahkan bisa ke Jepang (apa&lt;br /&gt;karena Monbusho? :-)) juga karena ridho mereka,&lt;br /&gt;bukankah ridho orangtua juga ridho Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita gak jadi sombong, mentang-mentang&lt;br /&gt;lebih kaya, lebih terhormat, calon doktor (atau udah&lt;br /&gt;doktor?), lantas jadi durhaka hanya karena orangtua&lt;br /&gt;kurang pendidikan dan hidup sederhana di kampung,&lt;br /&gt;insya Allah gak ya. Karena bagaimana pun, kepintaran,&lt;br /&gt;kesuksesan dan kemewahan yang kita peroleh saat ini&lt;br /&gt;adalah karena jerih payah, penderitaan, dan terutama&lt;br /&gt;adalah keikhlasan serta do'a dari orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bermanfaat ya akhi wa ukhti, sambil kita&lt;br /&gt;terus berdoa, "Rabbighfirlii waliwaalidayya&lt;br /&gt;warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran", Ya Allah,&lt;br /&gt;ampunilah dosaku, dosa ayah dan ibuku serta kasihilah&lt;br /&gt;mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku&lt;br /&gt;masih kecil." Aamiin allahumma aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi-showab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*&lt;br /&gt;Al-Hubb Fillah wa Lillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Aufa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notes:&lt;br /&gt;In Japanese:&lt;br /&gt;Ubasute no Hanashi* = kisah Ubasute&lt;br /&gt;Nikoniko suru** = dengan tersenyum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111174577103877246?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111174577103877246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111174577103877246' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111174577103877246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111174577103877246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/03/ubasute-no-hanashi.html' title='&lt;strong&gt;Ubasute no Hanashi&lt;/strong&gt;'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111174544417488229</id><published>2005-03-25T17:09:00.000+07:00</published><updated>2005-03-25T17:10:44.176+07:00</updated><title type='text'>CERITA TENTANG KATAK KECIL</title><content type='html'>Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil, ...yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlombaan dimulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara jujur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, jalannya terlalu sulitttt!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton terus bersorak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak akan menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bijak dari cerita ini adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah selalu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POSITIVE! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berpikirlah: I can do this!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111174544417488229?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111174544417488229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111174544417488229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111174544417488229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111174544417488229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/03/cerita-tentang-katak-kecil.html' title='&lt;strong&gt;CERITA TENTANG KATAK KECIL&lt;/strong&gt;'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111123049270004884</id><published>2005-03-19T18:07:00.000+07:00</published><updated>2005-03-19T18:08:12.700+07:00</updated><title type='text'>BERSYUKURLAH</title><content type='html'>Bersyukurlah,....... karena itu berarti ........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel &lt;br /&gt;dirumah,&lt;br /&gt;berarti aku masih punya keluarga yang utuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa lelah dan pegal linu setiap sore,&lt;br /&gt;sebab itu berarti aku mampu bekerja keras...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan piring dan gelas kotor setelah &lt;br /&gt;menerima tamu dirumah,&lt;br /&gt;karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaianku terasa agak sempit,&lt;br /&gt;karena itu berarti bahwa makanku cukup &lt;br /&gt;kenyang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuci dan menyetrika baju,&lt;br /&gt;sebab itu berarti aku memiliki pakaian...&lt;br /&gt;Membersihkan halamn rumah, membersihkan &lt;br /&gt;jendela, memperbaiki talang dan got,&lt;br /&gt;karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk kembali di kantor,&lt;br /&gt;berarti masih ada perusahaan yang mau &lt;br /&gt;mempekerjakan aku bahkan perusahaan masih &lt;br /&gt;mampu membayar gaji setiap bulannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nyayian suara yang fals,&lt;br /&gt;karena itu berarti aku bisa mendengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar bunyi jam alarm dipagi hari,&lt;br /&gt;sebab itu berarti aku hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya.... aku perlu bersyukur mendapatkan &lt;br /&gt;bacaan ini,&lt;br /&gt;agar aku selalu mengucap syukur padaNya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111123049270004884?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111123049270004884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111123049270004884' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111123049270004884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111123049270004884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/03/bersyukurlah.html' title='BERSYUKURLAH'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111123040769600636</id><published>2005-03-19T18:04:00.000+07:00</published><updated>2005-03-19T18:06:47.706+07:00</updated><title type='text'>MELONGOK BUDAYA BACA DAN TULIS MASYARAKAT JEPANG</title><content type='html'>Sampai saat ini, Jepang adalah satu-satunya negara di Asia yang&lt;br /&gt;mempunyai kedudukan sejajar dalam iptek dan perekonomian dengan&lt;br /&gt;raksasa dunia seperti Amerika. Tak heran, jika perdana mentri&lt;br /&gt;Malaysia Mahatir Muhammad, menjadikan Jepang sebagai kiblat&lt;br /&gt;pengembangan iptek ketimbang barat. Cerita mengenai kehebatan Jepang&lt;br /&gt;dapat bangkit dengan cepat dari puing-puing kekalahan perang dunia&lt;br /&gt;kedua, menginspirasi banyak negara di Asia seperti Cina dan Korea&lt;br /&gt;Selatan untuk dapat menjadi seperti Jepang. Sifat dasar orang Jepang&lt;br /&gt;memang tekun dan pekerja keras. Selain itu rata-rata dari mereka&lt;br /&gt;mempunyai keinginan untuk selalu belajar dan selalu memperbaikin&lt;br /&gt;hasil kerja mereka. Mungkin sifat-sifat dasar ini menjadi salah satu&lt;br /&gt;pendukung kehebatan masyarakat Jepang dalam membangun negaranya.&lt;br /&gt;Keinginan untuk selalu belajar ini tercermin pada tingginya budaya&lt;br /&gt;baca dan tulis masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya fasilitas membaca, surga buat penggemar buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut data dari bunkanews (situs khusus tentang media massa&lt;br /&gt;berbahasa Jepang), jumlah toko buku di Jepang adalah sama dengan&lt;br /&gt;jumlah toko buku di Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah dua puluh&lt;br /&gt;enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada&lt;br /&gt;Jepang. Karena itu, data ini menunjukkan bahwa toko buku sangat&lt;br /&gt;banyak di Jepang, mudah dijangkau, dan berada sangat dekat dengan&lt;br /&gt;masyarakat Jepang. Sebuah kelebihan yang membuat bahagia para&lt;br /&gt;konsumen buku dan penerbit tentunya. Juga menunjukkan tingginya&lt;br /&gt;apresiasi masyarakat terhadap budaya membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Toko buku yang ada tak melulu toko buku baru. Masih menurut&lt;br /&gt;bunkanews, toko buku bekas atau toko buku tua menempati presentase&lt;br /&gt;sepertiga jumlah toko buku. Artinya, jumlah toko buku bekas adalah&lt;br /&gt;separuh jumlah toko buku baru. Keberadaan toko buku bekas ini sangat&lt;br /&gt;menolong konsumen buku, karena mereka bisa mendapatkan buku yang&lt;br /&gt;mereka inginkan dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau.&lt;br /&gt;Bahkan terkadang, kita bisa mendapatkan buku-buku tua yang sangat&lt;br /&gt;bernilai namun sudah tak lagi diterbitkan. Toko-toko buku ini berani&lt;br /&gt;untuk buka sampai larut malam, lebih malam dari departemen store&lt;br /&gt;maupun supermarket. Mengapa demikian? Karena kaki para konsumen buku&lt;br /&gt;terus mengalir sampai malam. Banyak di antara mereka yang datang&lt;br /&gt;hanya untuk sekedar "tachi yomi" (artinya membaca sambil berdiri di&lt;br /&gt;toko buku tanpa membeli) melepas kebosanan di malam hari. Tachiyomi&lt;br /&gt;sekilas tampaknya hanya merusak pemandangan toko. Namun ternyata&lt;br /&gt;oplag penjualan berbanding lurus dengan jumlah orang yang tachiyomi.&lt;br /&gt;Artinya, ada kencenderungan sehabis tachiyomi orang tergerak untuk&lt;br /&gt;membeli bacaan lainnya. Selain toko buku, perpustakan pun sangat&lt;br /&gt;mudah kita temui di sekitar kita. Di daerah pedesaan, biasanya,&lt;br /&gt;perpustakaan ini dikelola oleh pemerintah daerah setingkat kecamatan&lt;br /&gt;di Indonesia. Keberadaannya mudah dijangkau oleh masyarakat pedesaan.&lt;br /&gt;Sebab itu, meskipun di pedesaan buku bukanlah barang mahal yang sulit&lt;br /&gt;di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rata-rata orang Jepang gemar membaca, atau paling tidak, gemar&lt;br /&gt;mencari informasi -yang tampak remeh sekalipun- dari orang lain.&lt;br /&gt;Bahkan banyak para artis yang mempunyai hobi membaca. Kecenderungan&lt;br /&gt;ini dipakai oleh para penerbit sebagai ajang promosi buku-buku mereka&lt;br /&gt;di televisi.Di salah satu televisi swasta ada acara yang disebut&lt;br /&gt;acara "toko buku Sekiguchi". Dalam acara ini para artis atau pelawak&lt;br /&gt;mempresentasikan referensi suatu buku, sedangkan artis lain yang&lt;br /&gt;hadir diminta untuk membeli berdasarkan kesan mereka terhadap&lt;br /&gt;presentasi tersebut dari kocek mereka sendiri. Acara ini sangat&lt;br /&gt;membantu bagi penggemar buku yang sibuk dan tak sempat berlama-lama&lt;br /&gt;di toko buku. Penonton bisa melihat referensi yang divisualisasikan&lt;br /&gt;dalam layar TV dan memesan lewat internet atau telpon jika tertarik&lt;br /&gt;untuk membeli. Mirip sebuah "televisi shopping", namun yang&lt;br /&gt;dipromosikan adalah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketika kita masuk ke sebuah toko buku, biasanya ada beberapa hal khas&lt;br /&gt;yang kita jumpai. Pertama, biasanya buku-buku bacaan di Jepang,&lt;br /&gt;seperti novel, kumpulan essai, ataupun ilmiah populer didesain dalam&lt;br /&gt;ukuran kecil, ringan, dan mudah dibawa kemana-mana. Sehingga kita&lt;br /&gt;tidak enggan membawa buku tersebut baik ketika dalam perjalanan ke&lt;br /&gt;kantor ataupun berbelanja. Orang yang membaca buku (tentu juga komik&lt;br /&gt;ataupun majalah) akan sangat mudah kita temui di bis-bis kota ataupun&lt;br /&gt;di kereta-kereta listrik. Kedua, kita akan susah mendapatkan buku-&lt;br /&gt;buku berbahasa Inggris di toko-toko buku Jepang pada umumnya. Ini&lt;br /&gt;karena, para penerbit Jepang sangat memperhatikan penerjemahan buku-&lt;br /&gt;buku hasil karya penulis dari negara-negara lain. Bahkan banyak kasus&lt;br /&gt;buku best seller yang diterbitkan di negara lain diterbitkan pula&lt;br /&gt;terjemahannya di Jepang dalam waktu yang hampir berbarengan, seperti&lt;br /&gt;buku Harry Potter yang ngetop di Amerika itu. Ini tentu saja karunia&lt;br /&gt;bagi masyarakat Jepang khususnya para penggemar buku. Mereka bisa&lt;br /&gt;menikmati hasil karya penulis-penulis beken negara lain dalam bahasa&lt;br /&gt;mereka sendiri. Suatu karunia yang kita pikir hanya dipunyai oleh&lt;br /&gt;negara-negara berbahasa Inggris, seperti Amerika atau sebagian negara&lt;br /&gt;Eropa. Hanya toko-toko besar tertentu (dan biasanya di daerah&lt;br /&gt;perkotaan) yang menyediakan buku-buku impor berbahasa Inggris dan&lt;br /&gt;bukan terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengarang Sejak Kanak-Kanak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Budaya baca masyarakat Jepang yang tinggi ini tentu saja merupakan&lt;br /&gt;efek timbal balik dari tingginya budaya tulis mereka. Ada konsumen&lt;br /&gt;karena ada produsen, ada produsen karena ada konsumen. Budaya tulis&lt;br /&gt;Jepang sudah ditekankan sejak mereka sekolah dasar. Anak-anak SD&lt;br /&gt;biasaya selalu mempunyai tugas "sakubun" (artinya mengarang) dalam&lt;br /&gt;waktu-waktu tertentu. Misalnya, ketika mereka libur musim panas,&lt;br /&gt;musim dingin, atau libur kenaikan kelas, selalu ada tugas sakubun&lt;br /&gt;tentang apa yang mereka kerjakan, rasakan, dan alami selama liburan.&lt;br /&gt;Atau, ketika hari-hari tertentu, hari ayah atau hari ibu, murid-murid&lt;br /&gt;SD ditugaskan untuk membuat sakubun tentang ayah dan ibu mereka.&lt;br /&gt;Kesan mereka terhadap ayah dan ibu mereka masing-masing ditulis dalam&lt;br /&gt;bentuk sakubun, lalu hasil karangan tersebut mereka presentasikan di&lt;br /&gt;depan kelas. Ketika mereka akan lulus SD, mereka ditugaskan untuk&lt;br /&gt;mengarang tentang impian (cita-cita) mereka ketika mereka dewasa&lt;br /&gt;kelak. Tentu saja tulisan mereka ini didokumetasikan dalam bentuk&lt;br /&gt;buku dan disimpan dengan baik oleh pihak sekolah. Sehingga mereka&lt;br /&gt;bisa bernostalgia dengan impian masa kanak-kanak mereka, ketika&lt;br /&gt;mereka bereuni setelah dewasa dan membaca sakubun mereka ketika&lt;br /&gt;sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka tak heran, jika rata-rata anak Jepang pandai mengekspresikan apa&lt;br /&gt;yang mereka pikirkan dan rasakan lewat rangkaian kata-kata. Ditambah&lt;br /&gt;lagi, karena bahasa Jepang adalah bahasa yang dibangun bukan&lt;br /&gt;berdasarkan huruf melainkan karakter gambar (yaitu kanji). Ini&lt;br /&gt;menjadikannya sangat kaya dengan ungkapan dan nuansa dan sangat&lt;br /&gt;ekspresif untuk bahasa sastra tulis. Sebagai contoh, kata "berpikir".&lt;br /&gt;Biasanya, orang Jepang menggunakan karakter atau kanji yang berbeda&lt;br /&gt;untuk berpikir yang menggunakan akal seperti dalam kalimat: "Berpikir&lt;br /&gt;tentang kejadian alam semesta", dengan berpikir yang menggunakan&lt;br /&gt;perasaan seperti dalam kalimat "Berpikir tentang mu membuat saya&lt;br /&gt;terkenang-kenang masa lalu". Masih banyak lagi contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapa Saja bisa Jadi Penulis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tingginya budaya tulis masyarakat Jepang juga dikarenakan mereka&lt;br /&gt;adalah "learning society", yaitu masyarakat yang senang belajar dan&lt;br /&gt;ingin well informed. Rata-rata dari orang Jepang senang untuk mencoba&lt;br /&gt;mensistemasikan segala informasi yang mereka dapatkan dan&lt;br /&gt;mendokumentasikannya menjadi pengetahuan praktis yang bermanfaat buat&lt;br /&gt;diri sendiri maupun orang lain. Siapapun, apapun profesinya dapat&lt;br /&gt;menjadi penulis amatiran dan menerbitkan buku yang dapat menjadi&lt;br /&gt;informasi untuk orang lain. Dari ibu rumah tangga biasa sampai&lt;br /&gt;kalangan artis sangat mudah membuat buku ataupun tulisan. Tidak&lt;br /&gt;berlebihan jika banyak dari orang Jepang yang punya keinginan untuk&lt;br /&gt;menulis buku tentang diri mereka sendiri (otobiografi) sebelum mereka&lt;br /&gt;meninggal, sebagai "jejak" atau "tanda" mereka pernah hidup di dunia&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ada seorang ibu rumah tangga yang mengalami pindah rumah beberapa&lt;br /&gt;kali, dan dari pengalamannya tersebut dia menulis sebuah buku tentang&lt;br /&gt;pindah rumah yang efisien sekaligus menyenangkan. Juga dari&lt;br /&gt;pengalaman, ada ibu rumah tangga yang menulis satu buku tentang kiat-&lt;br /&gt;kiat untuk memutuskan membuang atau menyimpan suatu barang. Hal-hal&lt;br /&gt;yang mereka tulis memang tampak sepele, tapi hal-hal tersebut&lt;br /&gt;terkadang menjadi penting dan bermanfaat pada saat-saat tertentu.&lt;br /&gt;Sehingga penerbit berani menerbitkan tulisan mereka dan dilirik oleh&lt;br /&gt;konsumen di toko buku. Contoh lain adalah seorang artis yang terkena&lt;br /&gt;kanker rahim di saat hamil, sehingga dia harus menggugurkan&lt;br /&gt;kandungannya untuk penyembuhan kankernya dan kelangsungan hidupnya.&lt;br /&gt;Sang artis menulis perjuangannya melawan kanker, menyampaikan tentang&lt;br /&gt;apa yang dia rasakan, pikirkan, dan alami dalam satu buku. Buku ini&lt;br /&gt;memang buku seorang penulis "amatiran" namun sarat dengan pesan-pesan&lt;br /&gt;untuk para ibu dan penyemangat wanita-wanita yang mempunyai&lt;br /&gt;penderitaan yang sama. Masih banyak lagi contoh lain yang&lt;br /&gt;menggambarkan betapa menulis dan menerbitkan buku bukanlah hak khusus&lt;br /&gt;penulis profesional belaka dalam masyarakat Jepang. Tetapi adalah hak&lt;br /&gt;semua orang yang ingin menyampaikan pengetahuannya, pesannya, dan&lt;br /&gt;keberadaannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Budaya baca dan tulis masyarakat Jepang nampaknya juga tak bisa&lt;br /&gt;dipisahkan dari keberadaan komik, yaitu buku cerita fiksi bergambar.&lt;br /&gt;Bisa dikatakan Jepang adalah masyarakat yang kaya akan komik.&lt;br /&gt;Berbagai jenis komik akan mudah kita dapatkan di toko-toko buku&lt;br /&gt;bahkan convinient store 24 jam. Ada komik humor, komik cerita&lt;br /&gt;imajinasi, atau komik yang erat dengan pendidikan. Bahkan film-film&lt;br /&gt;kartun Jepang hampir seluruhnya (juga yang diputar di Indonesia&lt;br /&gt;sekarang ini) adalah berasal dari karya komik. Ada seorang sosiologi&lt;br /&gt;yang mengatakan, bahwa orang asing bisa belajar tentang representatif&lt;br /&gt;masyarakat Jepang lewat salah satu komik Jepang yang telah&lt;br /&gt;dianimasikan seperti "Keluarga Sazae". Komik filem ini sudah&lt;br /&gt;diproduksi sampai puluhan ribu seri sejak puluhan tahun lalu dan&lt;br /&gt;menggambarkan sebuah keluarga Jepang dua abad keturunan, abad, orang&lt;br /&gt;tua, dan kakek nenek. Tokoh-tokoh kartun ini berkembang dari tokoh&lt;br /&gt;utama (Sazae) kecil sampai dia menikah dan mempunyai anak. Sayang,&lt;br /&gt;pertumbuhan sang tokoh berhenti sampai di situ. Walaupun demikian,&lt;br /&gt;pembuat komik "Keluarga Sazae" pun dimasukkan dalam daftar sastrawan&lt;br /&gt;Jepang yang memberikan kontribusi besar pada pendidikan masyarakat&lt;br /&gt;Jepang. Karena itu, imej komik di Jepang tidaklah melulu buruk,&lt;br /&gt;bahkan dihargai keberadaannya dalam budaya tulis dan baca di&lt;br /&gt;masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Begitulah masyarakat negara matahari terbit ini. Kita dapat melihat&lt;br /&gt;bahwa budaya tulis dan baca mereka yang tinggi didorong oleh besarnya&lt;br /&gt;apresiasi mereka terhadap hasil karya orang lain, hasil proses&lt;br /&gt;kreatif orang lain, juga besarnya keinginan mereka untuk berbagi&lt;br /&gt;informasi dengan orang lain dan mengekspresikan diri. Mudah-mudahan&lt;br /&gt;beberapa tahun kedepan, suatu masyarakat dengan kecenderungan yang&lt;br /&gt;sama akan kita jumpai di tanah air. Semoga.(is01)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: bu Is Helianti, staf BPPT,alumni tohoku dai juga (S1), &lt;br /&gt;sdg S2 dan S3 di Jaist-Kanazawa.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111123040769600636?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111123040769600636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111123040769600636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111123040769600636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111123040769600636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/03/melongok-budaya-baca-dan-tulis.html' title='&lt;strong&gt;MELONGOK BUDAYA BACA DAN TULIS MASYARAKAT JEPANG&lt;/strong&gt;'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-111123005100949550</id><published>2005-03-19T18:00:00.000+07:00</published><updated>2005-03-19T18:00:51.010+07:00</updated><title type='text'>Tatapan Penuh Cinta... </title><content type='html'>Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat &lt;br /&gt;itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari &lt;br /&gt;seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun &lt;br /&gt;bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang &lt;br /&gt;paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah &lt;br /&gt;bengisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. &lt;br /&gt;Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua &lt;br /&gt;dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, &lt;br /&gt;betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap &lt;br /&gt;hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. &lt;br /&gt;Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan &lt;br /&gt;pendidikan kita lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. &lt;br /&gt;Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai &lt;br /&gt;tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang &lt;br /&gt;inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling &lt;br /&gt;rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih &lt;br /&gt;dan &lt;br /&gt;sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu... Ayah, Ibu, Suami, &lt;br /&gt;Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. &lt;br /&gt;Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah &lt;br /&gt;lugu yang terlelap itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa &lt;br /&gt;banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk &lt;br /&gt;kebahagiaan anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah &lt;br /&gt;kenapa selau saja nampak besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi &lt;br /&gt;melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan &lt;br /&gt;ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini". &lt;br /&gt;Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah &lt;br /&gt;kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras &lt;br /&gt;mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang &lt;br /&gt;telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan &lt;br /&gt;menatap wajah-wajah mereka. &lt;br /&gt;Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika &lt;br /&gt;mengingat itu semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang &lt;br /&gt;terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-111123005100949550?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/111123005100949550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=111123005100949550' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111123005100949550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/111123005100949550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2005/03/tatapan-penuh-cinta.html' title='&lt;strong&gt;Tatapan Penuh Cinta... &lt;/strong&gt;'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-110378454525443946</id><published>2004-12-23T13:43:00.000+07:00</published><updated>2004-12-23T13:49:05.253+07:00</updated><title type='text'>HAVE YOU LEARN IT ?</title><content type='html'>Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.&lt;br /&gt;saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang&lt;br /&gt;saya cintai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan&lt;br /&gt;dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal&lt;br /&gt;dan kami selalu memiliki waktu terbaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,&lt;br /&gt;justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali&lt;br /&gt;serta orang yang begitu perhatian pada saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh&lt;br /&gt;walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,&lt;br /&gt;Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya &lt;br /&gt;inginkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan&lt;br /&gt;saya....&lt;br /&gt;dan untuk itu saya harus memaafkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain...&lt;br /&gt;kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,&lt;br /&gt;tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar&lt;br /&gt;bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,&lt;br /&gt;tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki&lt;br /&gt;tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini,&lt;br /&gt;semua butuh proses dan pertumbuhan,&lt;br /&gt;kecuali saya ingin sakit hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar&lt;br /&gt;bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi&lt;br /&gt;atau sikap dan emosi itu yang menguasi diri saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan&lt;br /&gt;berarti saya harus benci dan berlaku bengis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan&lt;br /&gt;orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera&lt;br /&gt;dari kehidupan saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat belajar....... !!!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-110378454525443946?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/110378454525443946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=110378454525443946' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/110378454525443946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/110378454525443946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2004/12/have-you-learn-it.html' title='HAVE YOU LEARN IT ?'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-109360743886665429</id><published>2004-08-27T18:48:00.000+07:00</published><updated>2005-03-19T17:59:06.653+07:00</updated><title type='text'>SUKSES DAN GAGAL BAGAI RODA PEDATI</title><content type='html'>Tak ada yang bersedia gagal dalam hal apapun. Seperti halnya bayi yang sedang belajar merangkak dan terantuk meja, tentu ia tak akan mengulangi kesalahannya. Bagi sebagian orang kegagalan merupakan sebuah aib atau prestasi buruk yang akan selalu membayangi kehidupannya. Tetapi ada pula yang berani gagal agar dia bisa mengambil mata air hikmah dari kegagalannya itu. Sebaliknya semua orang ingin agar kesuksesan selalu menyertai denyut kehidupannya. Ada orang yang ingin sukses dengan jalan pintas, ada pula yang meletakkan cita-cita kesuksesannya sebagai di ujung jalan berliku dan berbatu agar dia bisa megambil pelajaran berharga sebuah perjuangan panjang dengan segala tantangannya menjadi guru yang terbaik.&lt;br /&gt;    Ingatlah lagu Yang Kumau yang dilantunkan oleh Kris Dayanti. Semua ingin berjalan seperti yang dikehendakinya. Tapi sayang, meski tak diinginkan, gagal sering dengan santainya menghampiri manusia. Tak selamanya manusia berada hanya pada satu kondisi saja. Ibarat roda pedati, sukses dan gagal selalu berputar di atas dan di bawah yang selalu setia mengikuti perjalanan hidup anak manusia. Sebab itulah hidup manusia menjadi dinamis. Sukses pun tak selamanya membuat bahagia. Kesuksesan yang diikuti dengan kesombongan dan merasa tinggi dengan prestasinya itu bisa mendatangkan keburukan bahkan kehancuran. Karena roda dunia akan terus berputar, dan kesuksesan baru akan selalu menggantikan kesuksesan terdahulu. Agar gagal dan sukses menjadi permata yang berharga dalam kehidupan, tergantung bagaimana kita memaknai dan menyikapinya. &lt;br /&gt;    Sungguh indah urusan orang mukmin, bila mendapatkan nikmat dia bersyukur, dan bila mendapatkan ujian dia bersabar.   &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMAKNAI KESUKSESAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kesuksesan seseorang tak bisa terlepas dari usaha pribadinya untuk mencapai apa yang diinginkannya itu. Di dalamnya ada mimpi, imajinasi, semangat, ketekunan, kreativitas, pengorbanan, hambatan, bahkan ada kegagalan, termasuk darah dan air mata pada peperangan yang membuahkan kemenangan. Namun jangan lupa bahwa selain usaha pribadi ada pula tangan-tangan Allah yang ‘bermain’ melalui kekuatan doa dan tawakkal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bersyukur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri bahwa setiap kesuksesan yang kita raih adalah karena kehendak Allah SWT. Untuk itu, sebagai seorang muslim rasa syukurlah yang patut kita ucapkan atas kesuksesan kita. Bila kita termasuk orang yang bersyukur atas segala nikmatnya, insya Allah akan Dia tambah nikmat itu. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Jangan sombong dan tinggi hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Qorun, Firaun, atau Kapten Andrews yang membuat kapal Titanic, maka mereka bukanlah manusia yang beruntung. Dengan kesombongannya, harta, kekuasaan, ataupun ‘unsinkable ship’, yang merupakan kesuksesan mereka, telah membuat mereka arogan dan takabur bahkan menganggap mereka bisa mengalahkan Allah. Akhirnya, Qorun terkubur dalam perut bumi bersama hartanya, Firaun tenggelam di Laut Merah, dan Titanic terhempas ke dasar Atlantik hanya karena sebuah gunung es.  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Rayakan kesuksesan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merayakan kesuksesan yang telah kita raih boleh-boleh saja, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti menghamburkan uang, ataupun bersifat riya’.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Merupakan prestasi terbaik sepanjang hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk mengganggap kesuksesan yang kita capai merupakan prestasi terbaik kita sepanjang hidup, sehingga dapat membangun dan meningkatkan rasa kepercayaan diri kita bahwa kita bisa berhasil dengan penuh perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Energi bagi kesuksesan berikutnya yang lebih besar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlena oleh kesuksesan. Mungkin akan berlangsung sesaat. Yang terpenting adalah kesuksesan itu dapat memberi energi dan inspirasi untuk memunculkan karya berikutnya yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Memahami  bahwa segala sesuatu dapat terjadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkadang tanpa dikira terjadi sesuatu hal yang lebih besar dari apa yang kita bayangkan. Dengan modal semangat, ketekunan, kerja keras, dan kekuatan doa, segala sesuatu dapat terjadi lebih dari yang kita harapkan. Itulah rahasia Allah.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMAKNAI KEGAGALAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dunia belum berakhir. Begitulah judul sebuah lagu remaja yang pernah popular di telinga kita beberapa tahun yang lalu. Sama dengan kegagalan, ia bukan akhir dunia. Tiap-tiap orang berbeda sikap dalam memaknai kegagalannya. Di Jepang misalnya, gagal atau kegagalan ibarat akhir dari segalanya yang dapat berujung pada harakiri. Di belahan bumi lain kita mengenal pepatah “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. Terkadang saat merasakan kegagalan kita enggan rasanya untuk mendengar pepatah itu.&lt;br /&gt;    Dibalik pepetah itu ada sebuah tujuan yang luhur yaitu menyuntikkan semangat bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kegagalan dapat bersifat positif apabila kita dapat menarik manfaat dari kegagalan itu. Tetapi bisa juga bersifat negatif bila dianggap sebagai gerbang yang tak dapat ditembus apalagi untuk dimasuki. Hal ini kemudian membuat orang menyerah kepada nasib.&lt;br /&gt;    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kita tak selalu terpuruk pada kegagalan dan kembali terperosok ke dalam lubang yang sama :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bersikap positif&lt;/strong&gt;, artinya mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami. Sikap positif ini merupakan dasar utama untuk memahami bahwa kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti sehingga kita tak ingin berbuat apa-apa lagi karena takut gagal. Dengan bersikap positif kita dapat merasakan kehidupan ini bermakna dalam situasi apapun, sehingga berpengaruh pada rasa harga diri kita dan akan berujung pada memiliki konsep diri yang positif.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Mencari penyebab&lt;/strong&gt;, baik internal maupun eksternal. Faktor internal seperti kurang berhati-hati dalam melakukan sesuatu, atau menganggap remeh, sehingga tidak sepenuh hati dalam bertindak&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Melakukan identifikasi&lt;/strong&gt;, mana yang didahulukan untuk diatasi dan mana yang nomor sekian. Mengatasi factor internal tentu lebih sulit dibandingkan factor eksternal, karena kita takut untuk melihat diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Mengevalusi diri&lt;/strong&gt;, artinya berusaha mengakui kesalahan kita. Umumnya kalau kita gagal yang pertama disalahkan adalah pihak luar, jarang yang mengakui kesalahan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Menggali kekuatan diri&lt;/strong&gt; yang belum dapat kita kenali secara baik dalam diri kita. Gali terus potensi-potensi kita secara baik&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mengenali kelemahan diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Melihat peluang&lt;/strong&gt;, artinya kita dapat belajar dari kegagalan untuk mencari celah-celah yang bisa dimanfaatkan agar kita tak terantuk ke batu yang sama dan menjadi berhasil&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Trial and error&lt;/strong&gt;, yaitu ketekunan dan sikap pantang menyerah dalam uji coba mengatasi kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Iringi setiap usaha dengan tawakkal dan istighfar&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Dengan menyadari bahwa setiap usaha hasil akhirnya adalah hak Allah SWT. Kita wajib berusaha sungguh-sungguh dan tawakkal atau berserah diri. Adalah sunatullah bahwa hasil yang akan dituai sebanding dengan usaha yang kita lakukan, namun adakalanya kita tak tahu hasil yang terbaik untuk kita. Menyadari bahwa gagal dan sukses ada campur tangan Allah, insya Allah akan membuat kita mampu berlapang dada menerima kegagalan dan menghimpun energi kembali untuk mencoba berusaha menggapai kesuksesan. Ingat bahwa dalam setiap kegagalan juga terkandung makna ujian bagi orang-orang yang sabar menuju derajat takwa yang lebih tinggi. Kegagalan juga dapat berarti musibah yang Allah timpakan kepada kita atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita perbuat. Maka istighfarlah.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;©ASR&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-109360743886665429?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/109360743886665429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=109360743886665429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/109360743886665429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/109360743886665429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2004/08/sukses-dan-gagal-bagai-roda-pedati.html' title='&lt;strong&gt;SUKSES DAN GAGAL BAGAI RODA PEDATI&lt;/strong&gt;'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8072164.post-109343630367374152</id><published>2004-08-25T19:16:00.000+07:00</published><updated>2005-03-19T17:52:53.326+07:00</updated><title type='text'>LIKOPEN SEBAGAI SENYAWA FITONUTRIEN &amp; PERANANNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA</title><content type='html'>Muhammad Asroruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskuler, merupakan penyebab utama kematian di negara-negara Barat. Selain faktor genetik dan usia, diet dan gaya hidup merupakan faktor resiko penting yang harus dipikirkan. Dan bukan tidak mungkin di negara seperti Indonesia hal itu bisa terjadi dikarenakan adanya trend perubahan gaya hidup dan diet dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 50% dari semua jenis kanker disebabkan oleh makanan. Adanya oksigen reaktif yang berinteraksi dengan komponen-komponen sel, menyebabkan kerusakan molekul dari lipid, protein dan DNA.    Banyak bukti menunjukkan bahwa kerusakan tersebut memainkan peranan penting dalam terjadinya penyakit kronis.1 Antioksidan sebagai agen protektif yang menginaktivasi spesies oksigen reaktif berperan penting mengurangi terjadinya kerusakan tersebut. Antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, polifenol dan karotenoid banyak terdapat dalam makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran. Likopen (lycopene) sebagai salah satu senyawa antioksidan menjadi menarik untuk dibicarakan karena peranannya yang penting dalam pencegahan penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Likopen merupakan salah satu senyawa fitokimia (phytochemical) atau fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti senyawa karotenoid lainnya misalnya xantin, lutein, dan lain-lain. Senyawa ini berbeda dari vitamin dan mineral yang tidak membahayakan nyawa bila terjadi defisiensi, tetapi mempunyai fungsi yang penting bagi kesehatan manusia. Likopen merupakan pigmen yang disintesis oleh tanaman dan mikroorganisme, yang memberikan warna merah kekuningan pada buah dan sayuran, dan termasuk dalam kelompok karotenoid.1,2,9 &lt;br /&gt;    Saat ini telah banyak dibuktikan secara klinis peran likopen sebagai salah satu senyawa yang berperan pada pencegahan kanker sel epitel terutama kanker prostat, paru dan saluran cerna.1,2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sifat Fisik dan Kimiawi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Likopen mempunyai rumus molekul C40H56 dengan berat molekul 536,85 Da dan titik cair 172°C – 175°C. Bentuk kristal seperti jarum, panjang, dalam bentuk tepung berwarna kecoklatan. Larut dalam kloroform, benzen, heksen, dan pelarut organik lainnya dan bersifat hidrofobik kuat. Dapat mengalami degradasi melalui proses isomerisasi dan oksidasi karena cahaya, oksigen, suhu tinggi, teknik pengeringan, proses pengelupasan, penyimpanan dan asam. Likopen merupakan suatu hidrokarbon polien dengan rantai asiklik terbuka tak jenuh, mempunyai 13 ikatan rangkap, 11 diantaranya ikatan rangkap konjugasi yang tersusun linier dan tidak mempunyai aktivitas provitamin A. Di alam, dalam bentuk all-trans yang secara termodinamika merupakan bentuk yang stabil. Dengan pengaruh cahaya dan pemanasan bentuk all-trans dapat berubah menjadi isomer mono atau poli cis. &lt;br /&gt;    Dalam serum dan jaringan manusia lebih dari 50% berada dalam isomer cis. Secara umum isomer cis bersifat lebih polar, mempunyai kecenderungan yang lebih rendah untuk menjadi kristal, lebih larut dalam minyak dan pelarut hidrokarbon, lebih mudah bergabung dengan lipoprotein maupun struktur lipid subseluler, lebih mudah masuk ke dalam sel serta bersifat kurang stabil dibanding isomer trans. Likopen dengan strukturnya yang khas menunjukkan sifat yang unik sebagai antioksidan, berupa kemampuan mengikat oksigen tunggal dan menangkap peroksida. Kemampuan mengikat oksigen tunggal 2 kali lebih tinggi daripada β-karoten dan 10 kali lebih kuat daripada α-tokoferol.2    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Metabolisme Likopen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Ketersediaan biologi (bioavailability) likopen dipengaruhi oleh bentuk molekul, jumlah likopen dalam makanan, kandungan matriks bahan makanan, medium lemak atau minyak, efek serat makanan dan interaksi dengan karotenoid lain. Metabolisme likopen terjadi bersamaan dengan metabolisme lemak. Di dalam duodenum setelah dicerna oleh lipase pankreas dan diemulsi garam empedu, misel yang mengandung likopen masuk ke dalam mukosa sel usus melalui difusi pasif. Selanjutnya dibawa ke dalam aliran darah melalui system limfatik. Likopen didistribusikan ke jaringan terutama melalui LDL. Likopen paling banyak kandungannya pada beberapa jaringan antara lain testis, kelenjar adrenal, hati dan prostat.4 Saat ini telah diidentifikasi 2 metabolit likopen pada serum dan ASI yang dikenal dengan 2,6-cyclolycopene-1, 5-diol I dan II.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kadar dalam Serum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Kadar dalam serum rata-rata berkisar antara 50-900 ng/L dengan waktu paruh  2-3 hari. Rata-rata kadar dalam serum ini menggambarkan konsumsi dari bahan makanan sumber likopen. Beberapa variabel gaya hidup yang mempengaruhi kadar likopen dalam darah antara lain usia, siklus menstruasi, merokok, dan konsumsi alkohol.10 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Likopen sebagai Antioksidan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Likopen adalah antioksidan yang poten. Senyawa ini mempunyai kemampuan untuk mengeliminasi radikal bebas. Radikal bebas dapat berikatan terhadap DNA, protein dan lemak dan akan merusak fungsi fisiologisnya, yang pada gilirannya dapat menyebabkan berkembangnya penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung dan penyakit yang berhubungan dengan ketuaan.10 Dr.Giovannucci menegaskan bahwa likopen merupakan eliminator radikal bebas yang sangat efektif di antara karotenoid yang umum. 9&lt;br /&gt;Mekanisme kerja likopen untuk mengurangi resiko kanker seperti kanker prostat belum diketahui secara jelas hingga saat ini. Kemungkinannya adalah kemampuan proteksi likopen terhadap proses penuaan sel-sel epitel prostat yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif.8 Hal lain adalah kemampuan likopen untuk menghambat proliferasi sel melalui proses fosforilasi tirosin reseptor IGF, seperti pada sel-sel kanker payudara (Karas, et all 2000).&lt;br /&gt;Ada dua mekanisme kerja likopen yang utama dalam mencegah penyakit kronis termasuk kanker dan degeneratif, yaitu :&lt;br /&gt;1. Melalui kerja oksidatif yakni sebagai antioksidan yang akan meredam spesies oksigen reaktif dan meningkatkan potensi antioksidan sehingga mengurangi kerusakan oksidatif pada lipid (termasuk lipid membran dan lipoprotein), protein dan DNA.1&lt;br /&gt;2. Mekanisme non-oksidatif melalui pengaturan fungsi gen, memperbaiki gap-junction communication, modulasi hormon dan respon imun atau pengaturan metabolisme yang semuanya akan menyebabkan penurunan resiko penyakit kronik. 1,2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peranan Likopen dalam Pencegahan Penyakit&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;    Sekurangnya ada 4 studi kohort yang telah melaporkan adanya hubungan antara konsumsi likopen dengan resiko kanker prostat. Giovannuci (1999) melaporkan bahwa terjadi penurunan resiko kanker prostat sebesar 21 persen pada pria yang mengkonsumsi likopen dalam jumlah besar. Penelitian lain juga meleporkan bahwa populasi yang mengkonsumsi likopen dalam jumlah tinggi mempunyai resiko 36 persen lebih rendah dibanding populasi yang mengonsumsi likopen sedikit. Gann dan kawan-kawan (1999) melaporkan bahwa pria dengan kadar likopen yang tinggi  dalam darah beresiko lebih rendah 25 persen terkena kanker prostat.8 Penelitian lain menyebutkan bahwa ekstrak tomat yang berbetuk kapsul oleoresin mampu menurunkan level prostate-spesific antigen (PSA)  pada pasien dengan kanker prostate.1        &lt;br /&gt;    Menurut College Park, MD (2003), likopen juga mampu memberikan proteksi terhadap katarak melalui sifat antioksidannya, dimana terdapat penurunan insiden katarak senilis pada tikus yang diberikan likopen.5 Penelitian lain menunjukkan bahwa likopen juga mampu menurunkan terjadinya resiko degenerasi makular, penyakit yang berhubungan dengan usia yang dapat mengakibatkan kebutaan.7&lt;br /&gt;    Menurut Arab &amp; Steck (2000), likopen juga bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung. Likopen ternyata menghambat sintesis kolesterol dan meningkatkan degradasi LDL. Bukti yang ada memperlihatkan bahwa ketebalan tunika intima dan resiko MCI dapat berkurang pada orang dengan konsentrasi likopen yang tinggi pada jaringan adiposanya.3 Sebuah studi dari John Hopkins University, Baltimore, menunjukkan level likopen yang rendah dalam darah, beresiko untuk terjadinya kematian akibat penyakit jantung koroner.1 Dalam penelitian lain dinyatakan bahwa level likopen yang rendah di dalam darah berhubungan dengan meningkatnya ketebalan pembuluh darah sebesar 18%.6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Likopen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Likopen paling banyak ditemukan dalam tomat. Kandungan likopen pada tomat tergantung jenis, kematangan, dan lingkungan dimana ia tumbuh. Rata-rata 100 gram buah tomat mentah mengandung 3-5 mg likopen. Selain pada tomat, likopen juga banyak ditemukan pada jambu biji merah, anggur merah, pepaya, wortel, ubi merah, apel, apricot, dan semangka. Produk olahan tomat seperti jus, kecap, pasta, saus, dan sop, merupakan sumber likopen yang baik juga.1 Kadar likopen pada bahan makanan olahan lebih tinggi daripada bahan makanan segar sehingga dapat meningkatkan kadar likopen dalam darah. Sebenarnya kadar likopen dalam makanan tergantung olahan dan cara pengolahan baik secara mekanik maupun pemanasan akan memecah dinding sel yang kokoh sehingga melemahkan ikatan antara likopen dan matriks jaringan, dengan demikian likopen akan menjadi bagian yang lebih mudah diabsorpsi tubuh.2,9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dosis yang Dianjurkan dan Efek Samping &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Sampai saat ini belum ada data resmi yang menyatakan jumlah likopen yang dianjurkan dalam sehari. Dari penelitian yang dilakukan oleh Agarwal dan Rao (1998) dilaporkan bahwa asupan likopen 40mg/hari dapat menurunkan oksidasi LDL secara bermakna dan menurunkan kanker sebesar 50%. Dari data lain didapatkan bahwa orang yang mengonsumsi tomat dan olahannya setidaknya sepuluh kali dalam seminggu atau 6,5 mg likopen per hari, mempunyai resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker.1,9 Menurut beberapa penelitian, tidak ada efek samping dari asupan likopen dan aman bagi manusia, terutama dari buah-buahan dan sayuran yang dimakan, sedangkan untuk likopen dalam bentuk suplemen belum diketahui efek samping potensialnya.7 Karena kandungan likopen yang tinggi dalam produk olahan, maka harus diperhatikan tingginya kadar garam yang terkandung dalam olahan tersebut.1,2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Telah banyak diteliti bahwa likopen yang merupakan grup karotenoid, merupakan antioksidan yang keefektifannya lebih baik bila dibandingkan senyawa lain seperti β-karoten atau α-tokoferol. Dengan sifat antioksidannya itu, likopen menjadi agen yang mampu mengeliminasi radikal bebas yang dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada lipid, protein dan DNA. Likopen sangat berperan sebagai senyawa yang mampu mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis termasuk kanker terutama kanker prostat, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit degeneratif khususnya pada mata.&lt;br /&gt;Likopen banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran yang mudah didapat di sekitar kita, sehingga dengan bioavailabilitasnya yang tinggi tersebut dapat menjadi sumber makanan yang baik dalam upaya mencegah terjadinya penyakit-penyakit kronis dan penyakit degeneratif. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Agarwal S, Rao AV. Tomato lycopene and its role in human health and chronic diseases. Canadian Medical Association Journal 2000; 163(6): 739-44.&lt;br /&gt;2. Sudardjat SS, Gunawan I. Likopen (Lycopene).Majalah Gizi Medik Indonesia Vol 2 No 5 April 2003; 7-8.&lt;br /&gt;3. Minorsky, PV. Lycopene and the prevention of prostate cancer : the love apple lives up to its name. Plant Physiology November 2002 Vol 130; 1077-1078&lt;br /&gt;4. Clinton SK. Lycopene: chemistry, biology and implications for human health and disease. Nutrition Review, 1998;56:35-51&lt;br /&gt;5. Park C, MD. Lycopene joins eye-healthy carotenoid ranks (2003). www.prohealthnetwork.com diakses pada 29 Oktober 2003&lt;br /&gt;6. Mercola J, Dr. Lycopene may help prevent atherosclerosis (2000). www.mercola.com diakses pada 29 Oktober 2003&lt;br /&gt;7. Anonim (2003). Lycopene. American Cancer Society 2003. www.cancer.org diakses pada 29 Oktober 2003.&lt;br /&gt;8. Umbas R, PhD. Diet dan kanker prostat (2002). www.kompas.com diakses pada 29 Oktober 2003. &lt;br /&gt;9. Anonim. Lycopene. www.diet-and-health.com diakses pada 29 Oktober 2003.&lt;br /&gt;10. Anonim. Lycopene overview. www.tishcon.org diakses pada 29 Oktober 2003.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8072164-109343630367374152?l=eternalmovement.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eternalmovement.blogspot.com/feeds/109343630367374152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8072164&amp;postID=109343630367374152' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/109343630367374152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8072164/posts/default/109343630367374152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eternalmovement.blogspot.com/2004/08/likopen-sebagai-senyawa-fitonutrien.html' title='LIKOPEN SEBAGAI SENYAWA FITONUTRIEN &amp; PERANANNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA'/><author><name>Asroruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095662211162870961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KmERYiyF9qw/SI2PWf70ilI/AAAAAAAAAAM/q9TTNfWUmPA/S220/IMG_0052.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
